Partisipasi Pemilih Pemilu 2019 Tinggi -Capai 76,7 Persen-

Partisipasi Pemilih Pemilu 2019 Tinggi -Capai 76,7 Persen-
BANJARNEGARA – Sejumlah upaya dilakukan KPU Banjarnegara beserta jajarannya hingga tingkat desa/kelurahan untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pemilu 2019.

Antara lain dengan menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan peran pemilih pada segmen strategis, seperti segmen pemilih pemula, perempuan, disabilitas, pemuda, komunitas, dan masih banyak lagi.

”Partisipasi pemilih dalam Pemilu 2019 di Kabupaten Banjarnegara mencapai angka 76,7 persen. Memang belum sesuai target yang ditetapkan oleh KPU RI sebesar 77,5 persen. Namun capaian tingkat partisipasi 76,7 persen merupakan yang tertinggi untuk Kabupaten Banjarnegara dibanding pelaksanaan pemilu maupun pilkada tahun-tahun sebelumnya,” kata Ketua KPU Banjarnegara, Bambang Puji Prasetya.

Oleh karena itu pihaknya mensyukuri dan juga memberikan apresiasi tinggi kepada semua pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam seluruh tahapan Pemilu 2019 di Kabupaten Banjarnegara. Yakni jajaran penyelenggara hingga tingkat desa/kelurahan.

Juga kepada pemerintah daerah atas dukungan dan kerjasama dalam memperlancar pelaksanaan Pemilu 2019. Kepolisian dan TNI yang bahu-membahu dalam menjamin keamanan dan ketertiban sehingga Pemilu berjalan lancar, aman dan damai di Kabupaten Banjarnegara.

”Tidak lupa juga kepada masyarakat atau pemilih yang sudah menggunakan hak pilihnya,” imbuhnya.

Anggota KPU Banjarnegara Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemlilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, M Syarif SW, menambahkan jika diperinci partisipasi pemilih dalam pemilihan presiden dan wakil presiden mencapai 76,72 persen.

Partisipasi pada pemilihan anggota DPR RI 76,71 persen, DPD RI 76,71 persen, DPRD provinsi 76,71 persen dan DPRD kabupaten 76,65 persen.

”Partisipasi pemilih di seluruh kecamatan mencapai angka di atas 70 persen. Artinya secara umum terjadi peningkatan partisipasi pemilih di seluruh wilayah atau merata. Jika dibandingkan partisipasi pada pilgub terakhir yang mencapai angka 66 persen, maka kita patut syukuri partisipasi Pemilu 2019 mencapai angka 76,7 persen. Artinya meningkat signifikan,” jelasnya.

Upaya meningkatkan partisipasi pemilih pemilu dikatakan dilakukan dengan berbagai upaya. Antara lain menggelar pentas seni pemilih pemula, ada juga acara olah raga Pemilu Run dengan peserta ribuan orang hingga menggelar kursus kepemiluan.

Peserta kursus pun dari berbagai kalangan. Dari mulai pemilih pemula (pelajar/mahasiswa), perwakilan berbagai komunitas, organisasi pemuda, organisasi kemasyarakatan dan lainnya.

Tidak hanya itu, ada juga agen sosialisasi untuk menyasar berbagai segmen pemilih strategis yang dilaksanakan oleh relawan demokrasi (relasi). Mereka tidak hanya melaksanakan sosialisasi pemilu, namun juga pendidikan pemilih di bawah koordinasi dan kendali KPU kabupaten.

”Sosialisasi juga dilaksanakan hingga tingkat kecamatan dan desa. Baik oleh KPU kabupaten maupun penyelenggara pemilu di tiap kecamatan dan desa/kelurahan,” pungkasnya.(*)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *